Karakteristik Peserta Didik

 Nilai sopan, santun, dan religius yang di junjung tinggi dan menjadi budaya bagi bangsa indonesia selama ini seakan-akan telah punah dan mulai menghilang dari dalam masyarakat. Jika pemerintah tidak mau memperbaiki kondisi susunan program-program dan menumbuhkan lagi jiwa nasionalisme kepada seluruh warga indonesia akan menjadi lebih parah lagi kedepanya bagi generasi penerus bangsa indonesia.



Dalam masalah diatas saya menyimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah jawaban atas masalah-masalah tersebut, pendidikan yang tepat dan dapat menjadi tempat yang mampu mewujudkan pendidikan karakter, salah satunya adalah melaksanakan pendidikan karakter di sekolah melalui pendidikan agama islam atau sering disebut (PAI) prndidikan agama islam ini diharapkan sebagai sarana tranformasi pengetahuan seperti aspek kognitif sebagai transformasi norma-norma serta nilai moral untuk membentuk sikap peserta didik , aspek afektif yang akan berperan mengendalikan prilaku peserta didik, aspek psikomotorik yang menciptakan kepribadian manusia seutuhnya.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan dengan penanaman nilai-nilai sesuai dengan budaya bangsa dengan komponen aspek pengetahuan (cognitive), sikap perasaan (affection felling), dan tindakan, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) baik untuk diri sendiri, masyarakan dan bangsanya.

Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Usaha sadar tersebut tidak boleh dilepaskan dari lingkungan dimana peserta didik berada terutama dari lingkungan budayanya (Ki Hajar Dewantara; Pring; Oliva0, dalam hal ini di jelaskan bahwa pandidikan karakter sangat penting diterapkan bagi anak karena dapat membentuk kepribadian yang lebih baik.

Dengan demikian peserta didik sebagai anak bangsa indonesia yang akan memiliki wawasan pola fikir, pola sikap, dan pola tindak dan menyelesaikan masalah masalahnya dengan norma dan dan aturan yang telah di tetapka atau di sepakati bersama. Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan UU Sisdiknas yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, (UUD 1945 dan UU Sisdiknas) memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan potensi diri, secara kultural pendidikan berfungsi untuk meningkatkan prestasi diri seseorang dan prestasi tersebut akan menjadi kebanggaan dirinya, orang tuanya, serta negara atau bangsanya dan hal ini juga akan meningkatkan popularitas dan dikenal oleh banyak bangsa-bangsa lain, disamping itu juga pendidikan karakter juga mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masalalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa yang akan datang, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan inti dari suatu pendidikan.

Adapun fungsi pembentukan karakter peserta didik sebagai berikut :

  • Wahana pengembangan yaitu : pengembangan peserta didik agar menjadi berprilaku yang baik bagi peserta didik yang sudah memiliki sikap dan prilaku yang mencerminkan karakter. Dalam pengembangan karakter ini sangat berpenaruh bagi pesertadidik dan apabila pendidikan karakter ini apabila tidak di kembangkan pasti akan sia-sia
  • Wahana perbaikan yaitu : memperkuat pendidikan nasional untuk lebih bertanggung jawab dalam pengembangan potensi yang lebih baik. Dalam wahana perbaikan ini bisa membuat anak agar tau apa kesalahannya sehingga anak tersebut dapat memperbaikinya.
  • wahana penyaring  yaitu : untuk menyaring budaya-budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter yang ada . dalam wahana ini bisa di simpulkan bahwa anak biasa mamilih budaya yang sesuai dengan karakter dia.

Dalam fungsi ini termasuk sangat penting bagi pembentukan karakter karena dapat membuat anak itu lebih tau tentang apa yang harus di lakukan dan kita sebagai guru lebih tau tentang karakteristik anak tersebut lebih mudah.

Pendidikan karakter menjadi sebuah jawaban yang tepat atas permasalahan permasalahan yang telah disebut di atas dan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan diharapkan dapat menjadi tempat yang mampu mewujudkan misi dari pendidikan karakter tersebut.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam melaksanakan pendidikan karakter disekolah adalah pembentukan karakter yang lebih baik melalui pembelajaran materi pendidikan agama Islam (PAI). Peran pendidikan agama khususnya pendidikan agama Islam sangatlah strategis dalam mewujudkan pembentukan karakter siswa. Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan dalam aspek keagamaan (aspek kognitif), sebagai sarana transformasi norma serta nilai moral untuk membentuk sikap (aspek afektif), yang berperan dalam mengendalikan prilaku (aspek psikomotorik) sehingga tercipta kepribadian manusia seutuhnya.

 Dalam pendidikan karakter melalui PAI sangatlah efektif karena pendidikan karakter ini kan langsung berkaitan dengan kepercayaan terhadap Tuhan dan apabila karakter religius ini baik maka pendidikan karakter yang lain pasti baik karena kalau dasar agamanya baik maka semua akan baik.

Dalam pendidikan agama islam ini diharapkan mampu menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa dan berakhlak mulia akhlak mulia mencangkup budi pekerti yang baikk dan bud pekerti yang baik itu menyangkut karakteristik yang baik bagi anak.

Adapun konsep pendidikan karakter. Konsep tersebut harus disikapi oleh keluarga dan sebagian masyarakatan ataupun pemerintah, karena konsep adalah suatu yang melandasi pendidikan karakter tersebut, karena konsep itu sebuah rencana yang harus di buat, apabila konsep tidak di uat maka pendidikan karakter tersebut tidak akan berjalan sesuai rencana.

Pendidikan karakter bukanlah berupa materi yang hanya bisa dicatat dan dihafalkan serta tidak dapat dievaluasi dalam jangka waktu yang pendek, tetapi pendidikan karakter merupakan sebuah pembelajaran yang teraplikasi dalam semua kegiatan siswa baik disekolah, lingkungan masyarakat dan dilingkungan dirumah melalui proses pembiasaan, keteladanan, dan dilakukan secara berkesinambungan.oleh karena itu pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bersama apabila pendidikan karakter itu tidak berhasil.

 Adapun akhlak selalu menjadi sasaran utama dari proses pendidikan dalam Islam, karena akhlak dianggap sebagai dasar bagi keseimbangan kehidupan manusia yang menjadi penentu keberhasilan bagi potensi paedagogis yang lain. Prinsip akhlak terdiri dari empat

hal yaitu:

  • Hikmah ialah situasi keadaan psikis dimana seseorang dapat membedakan antara hal yang benar dan yang salah.
  • Syajaah (kebenaran) ialah keadaan psikis dimana seseorang melampiaskan atau menahan potensialitas aspek emosional dibawah kendali akal
  • Iffah (kesucian) ialah mengendalikan potensialitas selera atau keinginan dibawah kendali akal dan syariat
  • 'adl (keadilan) ialah situasi psikis yang mengatur tingkat emosi dan keinginan sesuai kebutuhan hikmah disaat melepas atau melampiaskannya.
  • Materi PAI di sekolah sebagai wujud pembentukan karakter bagi pesertadidik, dari keterangan diatas pendidikan adalah pendidikan adalah agen perubahan yang sangat signifiakn dalam pembentukan karakter anak dan didalan pendidikan agama islam bagian yang terpenting adalah prosesnya, tapi sangat disayangkan sekali karena pendidikan agama islam di sd hanya diajarkan sebagai materi atau pengetahuan saja tanpa pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam fungsi pendidikan agama islam kurang terhadap pembentukan ahlak kepada peserta didik dengan baik.
  • Munculnya paradigma bahwa pendidikan agama islam bukanlah salah satu yang menjadi mata pelajaran utama dan standar kelulusan bagi sekolah dan hal ini menyebabkan mata pembelajaran pendidikan agama islam dianggap tidak penting dan hanya sebagai pelengkap pembelajaran di sd aja bahkan sangat di sayangkan sekali pembelajaran pendidikan agama islam hanya mendapat waktu 2 jam saja dalam jangka waktu kurun satu minggu dan lebih ironisnya lagi pada saat ujian hanya menggunakan tes tertulis saja.
  • Dalam hal ini pembelajaran pendidikan islam harus sudah saatnya dirubah, pendidik sebagai ujung tombak harus tau dan menyadari bahwa tanggung jawab seorang pendidik harus tau akan keberhasilan pembelajaranya terhadap peserta didik bukan hanya melalui aspek kognitif saja, tetapi pendidik harus memberikan kesadaran dan memotivasi peserta didiknya bahwa pendidikan agama islam adalah sebuah kebutuhan, disinilah peran pendiik yang harus kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pembelajaran agama islam, pembelajaran pendidikan islam juga harus juaga melakukan pembelajaran diluar kelas melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan dan menciptakan lingkungan sekolah yang religius, jujur, integritas, gotong royong dan tidak terbatas oleh jam pembelajaran.
  • Dari keterangan diatas bisa menandakan bahwa tujuan utama dari pendidikan agama islam adalah membentuk karakter kepribadian pada diri peserta didik yang tercermin dari tingkah laku dan pola pikir dalam kehidupan sehari-hari, maka disini pembelajaran pendidikan agama islam bukan hanya tanggung jawab guru pendidikan islam saja tetapi harus dari segala pihak dari sekolah agar terbentuknya siswa berahlak dan berbudi pekerti luhur.
  • Bukan hanya dengan lingkungan disekolah saja ada lagi salah satunya juga ditentukan dengan metode pembelajaran yang tepat, sejalan dengan hal ini Abdullah Nasib Ulwan memberikan konsep pendidikan karakter inluentif dalam pendidikan ahlak peserta didik yang meliputi :
  • Pendidikan dengan keteladan yang berarti pendidik mengajarkan pendidikan serta juga mengajari peserta didiknya tentang keteladanan, apabila pendidikan keteladanan itu baik maka pendidikan karakter anak tersebut sudah mulai mencapai titik yang lebih baik lagi.
  • Pendidikan dengan adat kebiasaan yang berarti memberikan pendidikan kepada peserta didik melalui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan peserta didik.
  • Pendidikan dengan nasihat yang berarti memberikan pendidikan bukan hanya pendidikan saja tetapi dengan menasehati peserta didiknya.
  • Pendidikan memberikan perhatian yang berarti pendidikan tidak hanya berpusat pada satu orang saja tetapi harus merata karena setiap peserta pendidik membutuhkan perhatian yang berbeda-beda.
  • Pendidikan dengan memberikan hukuman disamping itu guru harus mempunyai wibawa kepada peserta didiknya agar nanti tidak di sepelekan peserta didiknya pendidik harus tegas jika peserta didiknya melakukan kesalahan harus diberi hukuman yang sewajarnya.  












Nama : Khairul Yuda
Nim : 11901251

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KURIKULUM

Sistem Evaluasi

Manajemen Sekolah